PELAIHARI, INFO_PAS — Produktivitas Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari kembali membuahkan hasil. Sebanyak 20 kilogram timun berhasil dipanen dalam kegiatan pertanian yang dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026). Capaian ini menjadi bukti berlanjutnya pemanfaatan lahan SAE sebagai ruang produktif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
Kegiatan panen diikuti langsung oleh Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, didampingi pejabat struktural dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kehadiran Karutan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi warga binaan.
Panen timun ini menjadi kegiatan lanjutan setelah sebelumnya Rutan Pelaihari berhasil memanen 9 kilogram kacang panjang pada hari yang sama. Dua hasil panen tersebut menambah capaian produktivitas Kebun SAE sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan lahan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian memberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses budidaya tanaman. Mulai dari perawatan hingga pemanenan, setiap tahapan menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan bahwa hasil panen timun tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian di Kebun SAE. Ia menegaskan bahwa program ini memiliki nilai penting karena menggabungkan produktivitas lahan dengan proses pembinaan keterampilan warga binaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali memperoleh hasil panen sebanyak 20 kilogram timun setelah sebelumnya juga memanen kacang panjang. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengoptimalkan Kebun SAE. Kami berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian yang nantinya bisa menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Eri.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan pertanian membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang konsisten agar lahan yang tersedia dapat terus dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, keterlibatan jajaran dan warga binaan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas Kebun SAE.
Melalui kegiatan panen 20 kilogram timun ini, Rutan Pelaihari terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Kebun SAE diharapkan tidak hanya menjadi lahan penghasil komoditas pangan, tetapi juga ruang pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.






