PELAIHARI, INFO_PAS — Keterampilan dapat tumbuh dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Hal inilah yang terus dikembangkan warga binaan perempuan di Blok D Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kegiatan pembuatan telur asin yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan produksi telur asin tersebut memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan pangan. Mereka belajar menjalankan tahapan pembuatan telur asin dengan teliti, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
Tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar untuk mengenalkan keterampilan pengolahan pangan yang memiliki nilai ekonomis. Melalui proses tersebut, warga binaan dapat memahami bahwa sebuah produk sederhana membutuhkan ketelitian, kebersihan, dan konsistensi agar menghasilkan kualitas yang baik.
Rutinitas produksi di Blok D perempuan juga menjadi bagian dari upaya membangun suasana pembinaan yang produktif. Waktu yang dimiliki warga binaan diarahkan pada kegiatan positif yang dapat menambah pengalaman sekaligus melatih tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Risa Gayatri yang mendampingi kegiatan pembuatan telur asin menyampaikan bahwa proses produksi ini menjadi kesempatan bagi warga binaan perempuan untuk mempelajari keterampilan pengolahan pangan secara langsung. Konsistensi dalam menjalankan kegiatan juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri mereka.
“Melalui kegiatan pembuatan telur asin ini, kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang benar-benar bisa dipelajari dan dikembangkan. Setiap proses membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk lebih mandiri dan memiliki peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” ujar Risa.
Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini turut menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Keterampilan yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk memulai kegiatan produktif di kemudian hari.
Rutan Pelaihari berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki nilai manfaat. Produksi telur asin di Blok D perempuan menjadi salah satu langkah nyata dalam memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri agar lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.






