DUKUNG PROSES INTEGRASI, PK BAPAS PALU IKUTI SIDANG TPP DI LAPAS PALU

Palu – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program integrasi pemasyarakatan, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Balai Pemasyarakatan Kelas I Palu mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, pada hari ini, Selasa (03/11/26).

Agenda utama dalam sidang TPP tersebut adalah pembahasan dan pengusulan program integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang meliputi pengusulan Pembebasan Bersyarat (PB) sebanyak 11 orang dan Cuti Bersyarat (CB) sebanyak 1 orang.

Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Bapas Kelas I Palu (Munir) yang hadir dalam sidang tersebut berperan memberikan masukan dan pertimbangan berdasarkan hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang telah dilaksanakan sebelumnya terhadap masing-masing WBP yang diusulkan.

Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, menjelaskan bahwa kehadiran PK dalam sidang TPP merupakan bagian integral dari tugas dan fungsi Bapas. “PK harus menyampaikan secara objektif hasil Litmas terkait latar belakang, faktor penyebab tindak pidana, sikap selama di Lapas, serta kesiapan keluarga dan jaminan masyarakat. Untuk hari ini ada 12 WBP yang dibahas, 11 PB dan 1 CB, semua telah kami lakukan Litmas,” ujar M. Nur Amin.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menegaskan pentingnya peran Sidang TPP sebagai filter utama dalam pemberian hak integrasi.

“Sidang TPP ini adalah jantungnya pembinaan. Saya tegaskan, jangan ada usulan PB dan CB yang hanya formalitas. PK Bapas harus jeli, objektif, dan berani. Pastikan Litmas itu benar-benar menggali, bukan copy-paste. Apakah WBP sudah ada perubahan perilaku? Apakah keluarga siap menerima dan mengawasi? Apakah masyarakat tidak menolak? Apakah ada risiko residivisme? 11 PB dan 1 CB yang diusulkan di Lapas Palu hari ini harus benar-benar sudah memenuhi syarat substantif dan administratif sesuai UU No. 22 Tahun 2022,” ujar Herman Mulawarman.

Kakanwil juga mengapresiasi sinergitas antara Lapas Palu dan Bapas Palu yang telah berjalan baik.

“Sinergi Lapas dan Bapas ini yang saya mau. Lapas sebagai pembina di dalam, Bapas sebagai pembina di luar. Jika TPP di Lapas kuat dan Litmas Bapas objektif, maka program integrasi kita akan tepat sasaran dan angka residivisme bisa kita tekan. Saya minta kepada Lapas Palu dan Bapas Palu untuk terus menjaga kekompakan ini,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya sidang TPP ini, diharapkan Warga Binaan yang telah memenuhi syarat dapat segera menjalani program reintegrasi sosial di bawah bimbingan dan pengawasan Bapas Kelas I Palu.

Humas Bapas Kelas I Palu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *