Babinsa Tinjau Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar Caleu, Antisipasi Lonjakan Pasca Lebaran

Pidie – Dalam rangka mengantisipasi potensi lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri, Babinsa Koramil 05/Indra Jaya melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Sertu Apip di Pasar Caleu, Desa Dayah Caleu, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, pada Senin (23/03/2026).

Pemantauan ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya normal, di mana masih terdapat sejumlah kios yang belum kembali beroperasi usai libur Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pengecekan harga sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, serta kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, Sertu Apip juga berinteraksi langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil terkait kondisi pasokan dan dinamika harga di lapangan.

“Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan sembako tetap aman dan harga masih dalam batas wajar, sehingga tidak memberatkan masyarakat, terutama setelah Lebaran,” ujar Sertu Apip di sela kegiatan.

Dari hasil peninjauan, secara umum harga bahan pokok di Pasar Caleu masih relatif stabil. Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga meskipun tidak signifikan.

Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi oleh belum pulihnya aktivitas distribusi serta terbatasnya pasokan dari sejumlah pedagang yang belum kembali berjualan.

Sejumlah pedagang mengakui bahwa kondisi pasca Lebaran memang kerap diwarnai dengan fluktuasi harga, terutama karena distribusi barang dari pemasok belum sepenuhnya lancar.

Sementara itu, pembeli berharap harga tetap terkendali mengingat kebutuhan rumah tangga masih tinggi setelah perayaan Idul Fitri.

Di sisi lain, kegiatan pemantauan ini juga menjadi bagian dari peran aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Kehadiran Babinsa di pasar dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana penyerapan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pokok.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai perlunya keterlibatan lebih luas dari instansi terkait, seperti dinas perdagangan dan pemerintah daerah, dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi sembako secara berkelanjutan.

Langkah koordinatif dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, khususnya pada momen-momen pasca hari besar keagamaan.

Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan kondisi pasar dapat segera kembali normal, distribusi barang lancar, serta harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *