PELAIHARI, INFO_PAS — Mengembangkan keterampilan dan kreativitas menjadi salah satu upaya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari dalam mempersiapkan warga binaan agar lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan keripik tempe yang dilaksanakan warga binaan perempuan di Blok Hunian Wanita, Kamis (5/11).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan pengolahan pangan. Tempe yang selama ini dikenal sebagai bahan makanan sederhana diolah menjadi keripik dengan nilai tambah dan potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha.
Dalam proses pembuatannya, warga binaan terlibat langsung mulai dari mempersiapkan bahan baku dan peralatan, mengolah tempe, menyiapkan adonan pelapis, hingga melakukan proses penggorengan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian agar keripik yang dihasilkan memiliki tekstur renyah dan kualitas yang baik.
Pengawas kegiatan, Silvia Rilda Giyanti, mengatakan bahwa pembinaan melalui keterampilan pengolahan makanan menjadi salah satu cara untuk membangun kreativitas sekaligus menumbuhkan kemandirian warga binaan. Menurutnya, keterampilan sederhana seperti membuat keripik tempe dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan terus mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari tidak berhenti di sini, tetapi nantinya bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha untuk membantu meningkatkan perekonomian setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain menghasilkan produk olahan pangan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dalam membangun kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Warga binaan belajar bahwa menghasilkan produk yang berkualitas membutuhkan proses, kesabaran, serta konsistensi dalam setiap tahapan pengerjaan.
Rutan Pelaihari terus mendorong agar program pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Pengembangan keterampilan di bidang pengolahan pangan diharapkan mampu membuka wawasan mengenai peluang usaha, khususnya melalui pemanfaatan bahan baku sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari ingin memastikan bahwa masa pembinaan menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan mempersiapkan masa depan. Dari proses sederhana mengolah tempe menjadi keripik, warga binaan perempuan didorong untuk membangun keterampilan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menyiapkan langkah menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.






