PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan membentuk karakter warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kegiatan pembinaan kerohanian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang dilaksanakan di Masjid Istiqomah Rutan Pelaihari, Kamis (5/11).
Kegiatan yang diawasi oleh petugas Rutan Pelaihari, Abdul Latief, ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan TPA, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bertahap. Pembelajaran keagamaan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual, membangun kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pembelajaran berlangsung di lingkungan Masjid Istiqomah dengan mengedepankan suasana religius dan kekeluargaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi warga binaan untuk mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat sekaligus memperkuat bekal keagamaan selama menjalani masa pembinaan.
Abdul Latief menyampaikan bahwa kegiatan TPA merupakan salah satu sarana pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Melalui kegiatan TPA ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an, meningkatkan pemahaman agama, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan ini bukan hanya tentang kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana membangun pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Rutan Pelaihari terus mendorong pelaksanaan pembinaan kerohanian sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian warga binaan. Harapannya, nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.






