Dikalahkan PSS Sleman, Pelatih PSM Makassar: Seharusnya Kirim Tim U-18 karena Wasit yang Biasan

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares tak dapat menutupi kemarahannya. Pasukannya dikalahkan dengan skor 1-3 oleh PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada hari Sabtu (3/5) malam.

Kekecewaan itu sebenarnya lumrah. Namun yang membuat Tavares sangat marah adalah keputusan wasit Nendi Rohaendi dinilai tidak adil. Ini nampak pada beberapa situasi krusial. Ia bahkan mengambil laptopnya selama konferensi pers untuk memperlihatkan buktinya.

“Congratulations on PSS’s victory. Saya melihat sang wasit memiliki dampak signifikan dalam pertandingan kali ini,” ujar pelatih dari Portugal tersebut. Adegan penting pertama terjadi di menit ke-12. Di saat itu, kapten PSM Yuran Fernandes berhasil mencetak gol. Namun, wasit setelahnya memeriksa dengan menggunakan sistem VAR (Video Assistant Referee).

Gol tersebut kemudian dibatalkan. Alasannya, karena Yuran dinilai mendorong salah satu pemain PSS sebelum mencetak gol. Kekesalan Tavares bertambah saat pertandingan berlangsung hingga menit ke-40. Gelandang PSM Fahrul Aditia mendapat dorongan dari bek PSS dalam area penalty. Menurut pandangan Tavares, hal itu merupakan sebuah pelanggaran.

Namun, sang wasit tidak berbuat seperti itu. Mereka tak mengaktifkan sistem VAR pun. Tavares merasakan sesuatu yang aneh pada proses terjadinya gol ketiga PSS yang dilakukan oleh Gustavo Tocantins. Saat mempertahankan posisinya, Tocantins mendorong bek PSM Syahrul Lasinari sebelum berhasil mencetak gol tersebut.

Permasalahannya adalah tak adanya pemeriksaan VAR sekali lagi. Wasit pun masih saja menerima gol itu. “Jika memang begitu keadaannya, mengapa kita nggak disampaikan informasinya dari awal? Saya bisa kok menurunkan para pemain timnas junior U-18 atau U-20 pada pertandingan kali ini. Sehingga para pemain inti dapat beristirahat di rumah pasca menjalani jadwal yang sangat padat serta melakukan perjalanan jauh,” keluhan Tavares terdengar keras.

Yuran Fernandes juga menganggap bahwa timnya diselingi oleh wasit. Dia menyatakan, “Semua orang pasti sudah melihat situasi di lapangan, serta bagaimana perilaku sang wasit. Semuanya dia lakukan untuk mendukung PSS. Sejujurnya, saya tak minta banyak, cuma harapan agar si wasit bisa bersikap adil dan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.” Demikian katanya menutup pernyataan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *