Telur Asin Hasil Pembinaan Warga Binaan Blok Wanita Rutan Pelaihari, Bekal Keterampilan Menuju Kemandirian

PELAIHARI, INFO_PAS — Mengolah bahan pangan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi menjadi salah satu keterampilan yang terus dikembangkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui program pembinaan kemandirian. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan telur asin oleh warga binaan di Blok Hunian Wanita, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan dan pengawasan petugas, Risa Gayatri. Warga binaan terlibat langsung dalam proses pengolahan, mulai dari menyiapkan telur bebek, membersihkan permukaan cangkang, hingga melakukan proses pengasinan menggunakan bahan yang telah disiapkan. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan ketelitian agar proses produksi berjalan dengan baik.

Di balik proses pengolahan yang terlihat sederhana, kegiatan ini memberikan pengalaman praktik mengenai keterampilan mengolah pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha. Warga binaan juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan selama proses produksi, serta ketekunan dalam menghasilkan produk yang layak dikonsumsi.

Petugas pengawas kegiatan, Risa Gayatri, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Pembuatan telur asin ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran keterampilan yang bisa dipraktikkan secara langsung. Kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman selama mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Risa.

Pembinaan pengolahan telur asin ini juga memiliki keterkaitan dengan program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemasaran produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui kegiatan produktif seperti ini, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak berhenti pada rutinitas di dalam hunian. Keterampilan yang dipelajari diharapkan dapat menjadi modal awal bagi warga binaan untuk membangun usaha, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Sebab, kesempatan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Dari keterampilan sederhana seperti membuat telur asin, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk membuka lembaran baru dan mengambil peran positif ketika kembali ke masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *