TPNPB-OPM Bakar Sekolah SD Yapis Kabupaten Deiyai

TPNPB-OPM Bakar Sekolah SD Yapis Kabupaten Deiyai

Waghete – Harapan anak-anak Papua untuk menatap masa depan
yang lebih baik kembali pupus setelah kelompok bersenjata Organisasi Papua
Merdeka (OPM) melakukan pembakaran terhadap bangunan sekolah dasar di
wilayah Kabupaten Deiyai. Aksi biadab itu tak hanya menghanguskan
dinding dan atap sekolah, tetapi juga memusnahkan impian generasi muda yang Menurut kesaksian warga, kelompok bersenjata OPM sengaja menargetkan
sekolah karena dianggap sebagai “simbol kehadiran pemerintah”. Namun, bagi
masyarakat setempat, sekolah adalah sumber harapan tempat anak-anak
mereka belajar membaca, menulis, dan bermimpi untuk menjadi guru, tenaga
kesehatan, atau pemimpin masa depan.

Pilus pikei, dengan nada getir
menyampaikan bahwa tindakan OPM telah melukai hati nurani rakyat Papua sendiri.
“Anak-anak ini tidak tahu apa-apa. Mereka hanya ingin belajar supaya bisa bantu
orang tua mereka di kampung. Tapi sekarang sekolahnya dibakar, buku-buku
mereka habis terbakar. Ini bukan perjuangan, ini penghancuran masa depan,”
ujar pilus pikei, Kamis (4/6/2026).

Tindakan OPM telah menciptakan rasa takut yang mendalam di
kalangan masyarakat dan memperparah luka sosial yang sudah lama ada.
“Kami tidak butuh perang, kami butuh kedamaian dan pendidikan. Kalau OPM
benar peduli pada rakyat Papua, seharusnya mereka melindungi sekolah bukan
membakarnya. Anak-anak adalah masa depan kita semua,” ungkap Elias pikei.

Aksi pembakaran sekolah ini menjadi simbol nyata betapa rusaknya arah
perjuangan kelompok bersenjata tersebut. Di saat api membakar papan tulis dan
buku pelajaran, yang sesungguhnya hangus adalah harapan dan masa depan
anak-anak Papua.

Kini, masyarakat berharap agar pemerintah segera memulihkan fasilitas
pendidikan yang rusak serta memberikan perlindungan bagi tenaga pendidik dan
peserta didik di wilayah rawan konflik. Sebab, di tanah yang kaya ini, pendidikan
adalah satu-satunya cahaya yang mampu mengusir gelapnya kebodohan dan
kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *